Sejarah Perguruan Beladiri Pencak Silat Nur Harias

on Rabu, 04 Juli 2012



A. Sejarah NH


Nur Harias didirikan pada tanggal 7 Mei 1972 di Surabaya, yang didirikan oleh Drs. H. M. Atho’illah Iskandar. Nama Nur Harias mempunyai arti yaitu, NUR = cahaya dan HARIAS = padi unggul, yang memakai prinsip ilmu padi yakni semakin berisi makin merunduk. Tujuan awal didirikannya Nur Harias adalah pengebangan Islam lewat pencak silat (syiar).

Ikatan Pencak Silat Nur Harias di Universitas Negeri Malang dibawa oleh seorang dosen POK Universitas Negeri Malang Drs. Eko Hariyanto, M.Pd pada tahun 1983 dan resmi masuk lembaga Perwakilan Bela Diri (LPBD) Universitas Negeri Malang pada tahun 1989.


B. Kenurhariasan


Nur Harias bersifat kekeluargaan, persaudaraan, dan kemasyarakatan yang gotong royong.

Tujuan Nur Harias adalah:

1. Membentuk warga Nur Harias menjadi warga negara Indonesia yang taqwa, sanggup membela diri, mempertahankan eksistensinya, masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.

2. Memberi tuntunan, haluan, dan pedoman hidup kepada warga Nur Harias melalui pencak silat, menuntun peri kehidupan gotong-royong, berbudi daya religius dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

3. Berpartisipasi dalam usaha-usaha Ikatan Pencak Silat Indonesia yang sesuai dan sejalan dengan asas dan tujuannya.

4. Membentuk pesilat yang tangguh dan berprestasi.


Falsafah Dasar:

a. Taqwa kepada Allah

b. Lurus, Laras, Leres (jujur/benar, bijak dan betul)

c. Ilmu padi (makin berisi makin merunduk)

d. Nang, Neng, Ning, Nung, Nong

e. Welas asih (peri kemanusian)

f. Ngapuranta (suka memaafkan, tidak mendendam)

g. Lilo-legowo (ikhlas, berserah diri, tawakal)

Keterangan:

Nang = Lanang, jantan, wenang, tanggung jawab, kompeten

Neng = Hening, Dian

Ning = Hening, bening, jernih

Nung = Renung, renungan yang berisi/terarah, berkelanjutan

Nong = Hasil yang bulat, bergema ke seluruh penjuru


Prinsip dasar sebagai Aliran Pencak Silat

a. Silaturahmi/persaudaraan

b. Menghindari permusuhan

c. Pantang surut

d. Menguasai lawan

e. Permainan posisi, pemindahan titik berat badan

f. Getap, permainan kecepatan

g. Ekonomis (memanfaatkan tenaga lawan, membuang tenaga lawan, tidak menerima/melawan/mengadu kekuatan)


Syarat-syarat pesilat:

a. Tenang

b. Waspada (tata,titi, tutu)

c. Tatag (tak gentar, mantap)

d. Mapan (posisi yang baik)

e. Laras (bijak, melihat salatan/arah, pandai menyesuaikan)

f. Tatas, Titis, Tutus, Tetes, Tetes

g. Ilmu padi (sopan, santun, selalu merendah)

Keterangan:

Tata - teratur, tertib, disiplin

Titi - teliti, seksama, hati-hati

Tutu - tetap, tekun, terus menerus, tak putus asa

Tatas - tangkas, tegas, mumpuni

Titis - tepat, mengenai sasaran

Tutus - tulus, yakin , dapat dipercaya

Tetes - berhasil, menghasilkan

Tetes - menetas, mengamalkan, menyebarluaskan


Panca Prasetya


1. Mengabdi kepada Allah SWT

2. Patuh pada pimpinan dan menjunjung tinggi nama perguruan

3. Berbakti kepada Ibu, Bapak, Guru, Masyarakat, bangsa, dan negara

4. Menjalankan yang baik, menjauhi yang buruk

5. bergotong royong dalam suka dan duka


Nur Harias memiliki lambang yang pada hakekatnya merupakan proyeksi dari bentuk, corak, isi, dan tujuan pendidikan pencak silatnya, yaitu:

1. Kubah bunga teratai merah bersegi lima = Sasana Pendidikan

Merah = Ketahanan fisik, semangat, cinta, tanah air, bangsa, dan negara

2. Latar belakang/dasar. Hitam = kekal abadi, tahan uji, menimbulkan yang haq

3. Enam batang dan daun padi berwarna hijau, berbuah 21 butir berwarna kuning = ilmu padi makin berisi makin merunduk

Enam batang daun = enam dasar kepercayaan, Rukun Iman:

· Iman kepada Allah SWT

· Iman kepada Malaikat

· Iman kepada kitab- kitab Allah

· Iman kepada rasul-rasul Allah

· Iman kepada hari kiamat

· Iman kepada qadlo’ dan qadar

Hijau = lurus, benar, baik

21 butir padi = suka menolong, membela yang lemah, membela yang teraniaya

21 = 3 x 7 (pitu, 21 = 3 x 7) = pitutur, pituduh, pitulung

Pitutur = nasehat lisan

Pitulung = petunjuk, pengarahan, peragaan

Padi = Hajat hidup, kebutuhan pokok masyarakat


4. Cabang putih - senjata persilatan murni


  • Bagian yang bulat = lambang kebulatan tekad

  • Bagian yang bengkok = untuk pertahanan, menguasai dan berarti laras, bijaksana

  • Bagian yang lurus = jalan yang lurus (sirathal mustaqim) menuju kesempurnaan di jalan Allah

  • Putih = sempurna

5. Bintang lima di ujung berwarna putih adalah lambang Nur Illahi yang bersinar keseluruh penjuru sebagai tujuan akhir, tempat berlindung dan kembali semua ciptaan-Nya



Tingkatan pendidikan:

I. Kawi (sabuk hitam dasar) =kijang

II. Bharata (sabuk merah) = jasmaniah, semangat = kuda

III. Nimpuno (sabuk biru) = lurus, benar, baik = banteng

IV. Manggala-panji (sabuk hijau) = welas asih, manusiawi = singa

V. Seno – pendekar muda ( sabuk kunyit) = ngapuranta, memaafkan = gajah

VI. Sasmito – pendekar madya ( sabuk gading ) = lili legowo = naga = pendekar Ki anom

VII. Waskito – pendekar utama ( sabuk putih ) = sampurno = garuda = Ki

VIII. Sabuk Intan – pendekar agung ( sabuk putih satin ) = Ki Agung
Terima Kasih sudah berkunjung di Blog saya
Please Klik Tombol Suka/Like Di Atas Ini,Thanks



{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar

Next previous home
cbox